Obsat – Digital Tsunami: “The Media Company Challenges”
Berawal dari tulisan “Local Challenger” dan “Chief Community Officer” mengenai strategi multi-platform Femina terpicu diskusi gayeng di ranah Twitter mengenai nasib media (khususnya cetak) di tengah ontran-ontran “tsunami digital”. Kebetulan masih fresh kejadian memilukan awal Januari 2013 lalu ketika Newsweek, raksasa media yang begitu perkasa selama 80 tahun, terpaksa harus menghentikan edisi cetak untuk secara […]
The Six Social Media Skills for Leader
Surving, surving… Searching, searching… Googling, Googling… eeh ketemu artikel jempolan. Terbit di McKinsey Quarterly paling gresss (edisi February, 2013), artikel ini menawarkan sebuah model mengenai enam skills yang harus dimiliki oleh setiap leader berkaitan dengan bagaimana si leader menyikapi “mainan baru” bernama: social media. Melek media sosial (“Social media literacy”) bagi seorang leader, menurut artikel […]
Every Business Is a Blogging Business
Setiap minggu secara rutin saya membuat 2-3 kolom untuk berbagai media cetak maupun online. Rutinitas ini sudah saya jalani selama 15 tahun terakhir. Dulu, saat saya belum punya blog, aktivitas menulis di media cetak terasa “hambar”. Kenapa? Karena setiap kali selesai menulis dan diserahkan ke redaksi, saya tidak tahu tulisan itu juntrungannya ke mana.
Chief Community Officer
Ide tulisan ini datang dari obrolan saya dengan mbak Petty Fatimah dari majalah Femina dan diskusi seru di Twitter mengenai nasib media konvensional (khususnya cetak) di tengah terjangan tsunami digital. Mbak Petty adalah Chief Community Officer (CCO) Femina. Saat pertama mengetahui jabatannya melalui kartu nama yang ia berikan, saya langsung kaget. Saya sudah membaca dan […]
#TwitLeader
#TwitLeader adalah sebutan yang saya berikan untuk para pemimpin di berbagai bidang dan sektor, yang menggunakan Twitter untuk berkontribusi dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Mereka bisa CEO, manajer, atau wirausahawan di sektor bisnis. Mereka bisa politisi partai, anggota DPR, pejabat negara, atau akademisi di sektor publik. Mereka juga bisa aktivis LSM, aktivis gerakan sosial, pekerja […]
“10:90 Marketing”
Kenapa saya sebut “10:90 (ten-ninety) Marketing”? Karena marketing kini tak lagi dimonopoli marketer. Dulu memang marketing 100% dilakukan oleh marketer, konsumen mendapat jatah 0%. Marketer melakukan semuanya: membuat produk unggul, menyewa agensi untuk membuat iklan, dan kemudian mem-broadcast iklan tersebut ke seluruh penjuru tanah air menggunakan TV, radio, atau koran. Sementara si konsumen hanya pasif […]
Social Customer
Social customer adalah konsumen jenis baru (lebih tepatnya saya sebut, “mutan” baru) yang muncul menyusul terjadinya dua revolusi: (1) revolusi konsumen kelas menengah, yes Consumer 3000. (2) revolusi media sosial. Konsumen baru ini memiliki dua ciri dan dua senjata. Ciri pertama mereka knowledgeable: tahu mendalam informasi apapun mengenai produk dan layanan yang hendak dibeli (thanks […]
Employee Is Brand Ambassador
Hari Kamis (26/7) lalu saya menghadiri acara peluncuran CD inflight music Garuda Indonesia (GI) bertajuk “The Sounds of Indonesia”, yang berisi lagu-lagu daerah Nusantara (mulai dari Rasa Sayange, Manuk Dadali, hingga Cublak-Cublak Suweng), yang ditata apik dalam format orkestra oleh Addie MS. Lagu-lagu ini awalnya hanya diputar di pesawat GI namun karena banyaknya permintaan konsumen, […]
Perang Twitter Cagub
Selama seminggu ini (artikel ini ditulis Sabtu, 7/7) iseng-iseng saya mengamati perang para calon gubernur (Cagub) DKI di ranah Twitter. Seru!!! Tapi sayang, banyak Cagub kita yang kurang bisa bermain cantik memanfaatkan para followers untuk membangun dukungan. Kenapa begitu? Pertama, karena aksi mereka di Twitter cenderung boring karena defisit kreativitas. Ya, karena isi twit mereka […]
Human Brand
Kemunculan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan blog memberikan peluang yang luar biasa bagi marketer untuk “memanusiakan” merek (humanize brand). Dulu saat media komunikasi merek dengan konsumen didominasi oleh media-media satu arah (one-way media) dan media broadcast (TV, surat kabar, billboard, dll) maka merek menjadi layaknya sebuah “tembok” yang tidak bisa diajak bicara, tidak bisa […]