Blunder Socmed

Beberapa tahun terakhir banyak perusahaan, raksasa nasional hingga UKM, yang mulai getol menggunakan blog, Facebook, dan Twitter untuk memasarkan produkya. “Hari gene nggak punya Facebook?” “Itu namanya katrok! Itu namanya nggak keren, nggak cool, nggak awesome!” Celotehan ini tak hanya berlaku untuk ABG, tapi juga untuk perusahaan dan brand. Ada perusahaan yang serius memanfaatkan media […]

Brand Politisi

Beberapa bulan terakhir ini banyak brand para politisi yang gonjang-ganjing, flop. Sebabnya kita semua tahu, nggak jauh-jauh dari urusan korupsi, sogok-menyogok, penyalahgunaan wewenang, hingga politik uang. Yang sedang hot tentu saja kasus korupsi dan sogok-menyogok Wisma Atlet Sea Games. Politisi-politisi ternama tersangkut: Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Andi Malarangeng, I Wayan Koster, dan lain-lain. Di […]

Brand “Indonesia”

Beberapa tahun silam saya ikutan nimbrung menyusun strategi branding Yogyakarta ber-tagline “Jogja Never Ending Asia”. Saya masih ingat, waktu itu terjadi diskusi seru menyangkut bagaimana memosisikan Yogya di benak konsumen yaitu trader, tourists, dan investor (TTI). Opsinya adalah apakah Yogya dilekatkan ke Indonesia atau Asia. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya diputuskan Asia, bukan Indonesia. Makanya […]

Imlek

Imlek seperti halnya Lebaran dan Natal adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para marketer. Ya karena ketika datang Imlek “hawanya” adalah belanja, belanja, dan belanja. Belanja apa saja, dari baju, komputer, hingga mobil, tak hanya terbatas barang-barang yang terkait dengan pernik-pernik Imlek. Karena nafsu besar, maka di hari istimewa itu pun konsumen lebih gampang diyakinkan untuk […]

Menjadi Jokowi

Sebelum demam mobil Esemka menyeruak di koran-koran beberapa hari lalu, terus terang selama ini saya berpikir bahwa membuat mobil nasional (mobnas) itu pekerjaan paling sulit di dunia. Kenapa begitu? Karena sudah berkali-kali bangsa ini merintis proyek mobnas tapi proses yang dilalui seperti benang ruwet dan ujung-ujungnya gagal hancur-lebur, persis banget kasus Bank Century Jalannya betul-betul […]

Mallism

Mallism atau kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “malisme” adalah istilah rekaan saya mengenai sebuah kepercayaan di kalangan kaum urban dalam memanjakan keinginan (wants) dan kebutuhan (needs) mereka di tempat keramat nan eksotik bernama mal. Istilah ini diilhami dari kata “animisme” (animism) dan “dinamisme” (dynamism) yang begitu saya hafal saat saya masih duduk di […]

Entrepreneur Nasionalis

Oktober 2010 untuk pertama kalinya saya memperkenalkan istilah Consumer 3000 dan sejak itu di mana-mana (di seminar-seminar, di Twitter, di diskusi-diskusi, ngobrol dengan klien, di manapun) saya bicara memperkenalkan terminologi baru itu. Angka 3000 saya ambil karena angka tersebut merupakan angka ambang batas (treshold) GDP perkapita dimana suatu negara akan mencapai akselerasi perkembangan ekonomi (accelerated […]

Nasionalisme Konsumen

Nasionalisme bukan hanya monopoli pejoang 45. Konsumen juga punya nasionalisme. Bahkan harus memiliki super nasionalisme ketika bangsa ini mulai merayap menjadi bangsa besar. Penduduk kita sudah mencapai 240 juta kelima terbesar di dunia, GDP kita telah mencapai Rp 7.500 triliun dan tahun lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah kita melampaui angka ambang batas GDP/kapita $3000. […]

2AM @ 7-Eleven

Jam di dinding menunjukkan pukul dua pagi lebih lima menit. Suasana lantai dua 7-Eleven Kelapa Gading hangat. Saya cari tempat duduk di bawah, tak satupun kursi kosong tersisa. Naik ke lantai dua, nyaris semua meja terisi. Untung masih ada satu-dua kursi yang menghadap jendela kosong. Suasana agak gaduh, sebagian besar ABG. Ada yang lagi chit-chat, […]

Titik Nol

Kegagalan, apalagi jika kegagalan itu adalah keterpurukan hingga di titik terbawah, seringkali kita sikapi sebagai malapetaka, sebagai akhir segalanya. Keterpurukan di titik nol seringkali menjadikan kita ciut hati, undermotivated, dan berat memulai lagi dari bawah. Akibatnya, keterpurukan menjadikan kita makin terpuruk. Kita kian terjebak dalam pusaran keterpurukan. Tapi kenapa kita tidak berpikir sebaliknya? Kenapa kita […]