New Normal 100: Digital Life & Privacy Trends

NEW NORMAL sudah di depan mata. Kita sudah “keluar dari gua” dan menjalani hidup yang berbeda sama sekali dengan yang kita jalani sebelum pandemi mewabah. Berikut ini adalah 100 prediksi kami tentang situasi di kenormalan baru dimana akan muncul perilaku baru, kebiasaan baru, gaya hidup baru, budaya baru atau pola pikir baru. Welcome to whole […]
Consumer Behavior after COVID-19

Wabah Covid-19 telah memaksa perubahan yang harusnya berlangsung dalam 5 tahun menjadi hanya dalam waktu 2-3 bulan. Itu sebabnya konsumen struggling menjalaninya. Awalnya sama sekali tidak bisa berenang, kemudian diceburkan, dan karena tak boleh tenggelam, maka mati-matian berusaha, dan akhirnya lulus bisa berenang. Tentu saja awalnya sarat dengan penolakan (denial) yang kemudian diikuti dengan resistensi […]
Perilaku Konsumen @ Covid-19

Krisis Covid-19 telah begitu ekstrim mengubah perilaku konsumen. Perubahan itu bisa bersifat sementara, namun bisa juga berubah secara tetap membentuk new normal. Dengan mengurangi bepergian untuk membatasi kontak dengan orang lain misalnya, maka konsumen akan cenderung berbelanja secara online, banyak memesan makan via online delivery, atau lebih banyak menonton film di rumah (itu sebabnya Netflix […]
Grup WA
Hidup saya praktis sudah tertawan oleh grup WA (WhatsApp). Bagaimana tidak, waktu Subuh saat ayam berkokok, lima notifikasi WA sudah kedip-kedip minta dihampiri. Pagi saat di kantor di sela-sela meeting, tangan selalu menggerayangi HP sibuk pencet sana-sini untuk melayani obrolan teman grup. Siang dan sore hari saat ketemu klien tetap saja tangan sesekali curi-curi geser-geser […]
Experiencer
Saya menulis artikel ini sambil menuggu nonton pentas Teater Koma Sie Jin Kwie di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) kemarin sore (24/3). Pertunjukan baru jam delapan malam, tapi jam empat saya sudah di TIM, takut nggak kebagian tiket. Maklum sehari sebelumnya seorang teman sudah wanti-wanti tiket ludes. Betul juga, lihat di monitor kursi […]
Mudik = Pamer
Tak seperti kebanyakan pemudik, selama lebih dari 20 tahun menjalankan ritual mudik di setiap hari lebaran, saya punya dua misi. Pertama, tentu untuk bersilaturahmi dengan seluruh anggota keluarga di kampung. Kedua, yang justru mengasyikan, adalah mengamati orang-orang mudik. Tahun ini ritual mengamati orang mudik pun saya lakukan dengan khusu’ mulai dari saat hanyut dalam perjalanan […]
Lebaran Marketing
Bip! Bip! Bip! Blackberry saya menyalak! Sekonyong-konyong kalimat-kalimat ini nongol di grup BBM saya. Menghadapi Ramadhan: 10 hari pertama: MESJID PENUH 10 hari kedua: MALL PENUH 10 hari ketiga: TERMINAL PENUH 10 hari setelah Ramadhan: PEGADAIAN PENUH Kata-kata menyentil itu memang dimaksudkan teman grup BBM saya hanya untuk guyonan, tapi diamat-amati dan dirasa-rasakan saya kira […]
Sinetron (S2)
Tulisan saya, Sinetron, minggu lalu banyak mendapat tanggapan. Tulisan yang juga saya share di media sosial (Facebook dan Twitter) laku bak pisang goreng. Di Twitter misalnya, selama tiga hari berturut-turut tanpa jeda, saya kerepotan menanggapi comment dari para tweeps yang mengalir terus-menerus memenuhi timeline akun Twitter saya. Blog ini saya juga kebanjiran comment yang memberikan […]
Sinetron
Ada yang sama dalam sinetron-sinetron kita. Semua sinetron kita pasti bercerita tentang mimpi. Kita seolah dibawa ke planet langit ke-tujuh nun jauh di sana. Pemain-pemainnya, aktingnya, skenario ceritanya, alur logikanya, setting lokasinya, semuanya diimpor dari planet langit ke-tujuh: aneh bin ajaib. Sinetron kita cerita tentang mbak-mbak dan mas-mas yang cantik dan ganteng minta ampun (pemeran […]
Mall Is the Killer App
Istilah “killer app” sering dipakai di dunia inovasi teknologi untuk menggambarkan produk/teknologi lama yang tergantikan (istilah kejamnya: “dibunuh” atau “dihabisi”) oleh produk/teknologi yang lebih baru. Mesin ketik “dibunuh” oleh komputer pribadi (dengan program Wordstar-nya waktu itu). Koran, majalah, dan buku cetak “dihabisi” pelan-pelan oleh portal berita, blog, dan ebook. iPod dengan iTunes-nya menjadi “killer app” […]