APA YANG HARUS DILAKUKAN UKM Ketika Direview Jelek oleh Content Creator?
Ulasan negatif content creator Codeblu yang diklaim membuat bangkrut warung UKM Meat A Meat minggu ini ramai dibicarakan di medsos.
So, apa yang harus dilakukan warung UKM ketika di-review jelek olah content creator?
#1. KRITIKUS PRO vs CONTENT CREATOR
Pertama, pelaku UKM harus paham beda mendasar antara Kritikus Makanan Profesional dengan Content Creator makanan.
Seperti terlihat di slide 6-8, Kritikus Pro memiliki pendidikan, ekspertis, & pengalaman panjang di bidangnya sehingga review-nya memiliki otoritas profesional terpercaya.
Sementara CC umumnya adalah pengamat/penikmat kuliner amatir/hobi tanpa pendidikan dan ekspertis profesional. Review-nya bersifat subyektif dan tujuan review tersebut untuk menghibur dan mengumpulkan followers.
#2. GREAT FEEDBACK
Ketika di-review negatif, dan review negatif tersebut benar adanya, maka Anda harus berkaca diri dan memperbaiki diri. Anda harus berterima kasih karena ditunjukkan sisi-sisi kekurangan dari warung Anda.
Anda harus menjadikan review jelek itu untuk IMPROVE ALL THE TIME.
#3. GUNAKAN “HAK JAWAB”
Kalau Anda merasa bahwa review jelek tersebut tak sesuai kenyataan Anda harus menggunakan “HAK JAWAB” dengan mempertanyakan berbagai hal berikut:
+ Transparansi:
Kriteria penilaian dan standar yang digunakan si CC sehingga publik memahami dasar-dasar penilaian yang digunakan.
+ Reputasi
Anda bisa meminta informasi rekam-jejak dan reputasi dari si CC (mencakup pendidikan, ekspertis, pengalaman, sertifikasi profesional, dsb) sehingga publik tahu bahwa review yang diberikan memiliki dasar kebenaran yang kokoh.
+ Objektivitas:
Anda harus mempertanyakan obyektivitasnya. Apakah ada unsur konflik kepentingan dari si CC; bagian dari black campaign pesaing dengan memanfaatkan CC; atau upaya si CC untuk mencari sensasi/kontroversi agar followers nambah.
by @yuswohady