DIGITAL MENDISRUPSI UMUR KETENARAN

Uncategorized

Melihat dynamic graph ini memunculkan insight menarik.

Bahwa umur ketenaran dan sukses musisi (artis solo/grup band) kian pendek.

Makin pendeknya LIFECYCLE kesuksesan artis ini terlihat jelas pasca era 2010an dimana “pergantian” artis yang nangkring di TOP TEN artis tersukses kian pendek waktunya.

Musisi jadul tahun 1960an hingga 1990an, seperti Elvis Presley, The Beatles, Bee Gees Elton John, Michael Jackson, hingga Madona, bisa mempertahankan ketenarannya hingga 2 dekade.

Namun memasuki era 2010an, LIFETIME ketenaran ini kian pendek hingga di bawah 5 tahun,

Bagaimana penjelasannya?

Kehadiran platform digital seperti Facebook (2004), Twitter (2006), Spotify (2006), dan IG (2010) telah mendisrupsi cara netizen mengenal musisi dan mengonsumsi musiknya.

Platform media sosial itu membentuk budaya FOMO (fear of missing out) yang mempengaruhi preferensi mereka terhadap musisi.

Platform digital membentuk mereka menjadi DEMANDING customers yang “GAMPANG BOSAN” dan setiap saat menuntut sesuatu yang BARU, FRESH, dan BEDA.

Melalui ALGORITMA platform digital, mereka terus dipacu untuk “MELONCAT” dari “musisi viral” satu ke “musisi viral” berikutnya.

Tak heran artis yang tenar pun berganti-ganti dalam tentang waktu yang makin pendek.

Jadi ingat statement Andy Warhol:

“In the future, everyone will be world-famous for 15 minutes.”

by @yuswohady

Bagikan Artikel ini ➙

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *