Bata babak-belur oleh terjangan TRIPLE DISRUPTION
+ Digital Disruption
+ Millennial Disruption
+ Pandemic Disruption
Sejak tahun 1990an sesungguhnya brand Bata sudah mengalami PENUAAN sistematis karena kurang lincah merespons perubahan.
Bata sebagai global brand mengalami BRAND LOCALIZATION, jatuh dipersepsi sebagai brand lokal.
Keuntungannya, brand asal Cekoslowakia ini manjadi dekat dengan masyarakat Indonesia. Namun kerugiannya fatal: persepsi kualitas dan image-nya jatuh dianggap brand medioker.
#1. DISRUPSI DIGITAL
Sebelum pandemi menyapu, Bata telah gagal merespons gelombang disrupsi digital. Ia terlambat dan terlalu lamban melakukan digitalisasi proses operasinya.
Sementara itu telah muncul pemain-pemain UKM yang fresh dan agile (saya sebut: “Indie Brand” seperti: Compass, Brodo, Aero Street, cs) yang lincah memanfaatkan teknologi digital untuk membangun daya saing.
Pemain-pemain agile ini begitu lincah memanfaatkan: digital channel, digital community, FOMO, hingga virality untuk mencuri pangsa pasar.
Pemain jadul seperti Bata pun tergusur.
#3. DISRUPSI MILENIAL
Bata juga gagal paham merespons perubahan perilaku dan preferensi konsumen muda milenial/zilenial.
Generasi konsumen baru ini sejak 10 tahun masif MEMBILAS konsumen gen-X dan Boomers yang merupakan “core customer” Bata.
Bata misalnya, tak bisa “riding the wave” memanfaatkan tren besar “sneakers wave” dimana milenial/zilenial beramai-ramai menggandrungi sneakers.
Bata semakin amblas karena tak bisa #stayrelevant dengan zaman.
#3. DISRUPSI PANDEMI
Pukulan kian telak saat pandemi menghantam 2020. Gerai toko-tokonya (kebanyakan ada di second cities) sebagian besar adalah toko offline. Maka begitu pendemi datang, omzet langsung drop.
Untuk beralih ke penjualan online tak mudah dan tak bisa cepat karena Bata memang tak mempersiapkannya. Tak heran jika 4 tahun terakhir operasinya terus merugi.
Bata adalah kisah tragis betapa brand global yang hebat sekalipun akhirnya terpuruk ketika ia tak agile, adaptif, dan relevan.
#StayRelevant is not easy.
by @yuswohady